Dalam sebuah industri, transportasi produk (material padatan)
merupakan salah satu komponen vital. Istilah yang sering kita dengar
adalah conveying. Sedangkan pengangkutan dari unit produksi dari satu
tempat ke tempat yang lain dapat menggunakan alat conveyor, elevator dan
lain-lain.
Pada postingan kali ini, saya akan membahas salah satu jenis conveyor
yaitu screw conveyor, yang befungsi untuk mentransfer material.
Alat ini terdiri dari baja yang memiliki spiral atau helical fin yang
terpasang pada shaft dan berputar dalam suatu saluran berebentuk U
(through) tanpa bersentuhan sehingga helical fin mendorong material ke
through. Shaft digerakkan oleh motor gear (umumnya motor induksi).
Conveyor dibuat dengan ukuran panjang 8-12 ft yang dapat dikombinasikan
untuk memperoleh panjang tertentu. Diameternya bervariasi dari 3 sampai
24 inchi.
Saluran(through) berbentuk setengah lingkaran dan disanggah dengan baja. Pada akhir ulir biasanya dibuat lubang untuk penempatan as dan drive end yang kemudian dihubungkan dengan alat penggerak.
Elemen screw conveyor disebut flight, bentuknya helical atau dengan modifikasi tertentu. Untuk helicoids flight bentuknya berupa pita memanjang dan dengan alat penyangga pada masing-masing belitan dan berakhir pada as utama.
Screw conveyor memerlukan sedikit ruangan dan tidak membutuhkan mekanik serta membutuhkan biaya yang sedikit sehingga menjadi alasan sangat umum digunakan pada industri. Pada umumnya srew conveyor dipakai untuk mengangkut bahan secara horizontal.
Namun bila diinginkan dengan elevasi
tertentu bisa juga dipakai dengan mengalami penurunan kapasitas 25-45%
dari kapasitas horisontalnya. Elevasi 10 derajat terjadi penurunan
kapasitas 15%, Elevasi 15 derajat terjadi penurunan kapasitas 20% dan
elevasi 20 derajat terjadi penurunan kapasitas 40%.
MERANCANG SCREW CONVEYOR
POTONGAN DAUN SCREW CONVEYOR
| Daun Screw (kiri), Bukaan Plate dasar awal Pembuatan daun Screw (kanan) |
Dimana :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar